Header Ads

Perkembangan Teknologi - Bahasa Indonesia Kian Rendah Karena Medsos

Bahasa Indonesia Kian Rendah Karena Medsos



Bahasa Media Sosial - Meskipun adalah bahasa sendiri, Bahasa Indonesia masih adalah mata pelajaran momok untuk siswa-siswi SMP dan SMA dalam ujian nasional (UN).

Perkembangan teknologi komunikasi dan informatika (TI) yang terlukis dari beragamnya produk telepon seluler (ponsel) yang kian mempermudah komunikasi, dinilai ikut melemahkan pemahaman semua siswa-siswi terhadap norma berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Akibatnya, dalam UN baik SMP dan SMA di Bali, nilai rata-rata Bahasa Indonesia sangat banter selama 7 dalam tahun-tahun terakhir.

Bahkan yang memprihatinkan, di SMA jurusan Bahasa di Bali, nilai rata-rata UN guna Bahasa Indonesia tak hingga 6.

Untuk diketahui, tahun doktrin 2011/2012 lalu, Bali pernah merasakan hal yang konyol sampai menggemparkan media massa nasional.

Waktu tersebut dari total murid SMA/SMK yang tidak lulus UN di Bali, 70 persen di antaranya diakibatkan oleh mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Aduh sulit-sulit soalnya. Kalau Bahasa Indonesia memang sangat males saya ngerjain. Paling membosankan. Sudah gitu, soal ceritanya tersebut panjang-panjang lagi, buat pusing,” kata di antara siswi di SMP Negeri 3 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Iswari Sinta Dewi, usai mengekor Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Bahasa Indonesia, Senin (22/4) pekan lalu.

Berdasarkan data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang dikutip di kemendikbud.go.id, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia merasakan penurunan.

Khususnya dari tahun 2016 ke tahun 2017. Pada tahun doktrin 2016/2017, nilai rata-rata murid sebesar 70,75 untuk pelajaran Bahasa Indonesia; dan pada tahun doktrin 2017/2018, nilainya 64,32 guna mata pelajaran yang sama.

Di Provinsi Bali, dari data yang didapat di Dinas Pendidikan Provinsi Bali, rata-rata nilai UN guna Bahasa Indonesia pada murid SMA/MA di sini ingin stagnan dan masih rendah.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.