Header Ads

Perkembangan Teknologi Digital - Bank Indonesia Dorong UMKM NTB Go Digital

Bank Indonesia Dorong UMKM NTB Go Digital



Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di NTB untuk memanfaatkan teknologi. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Achris Sarwani menuliskan perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet terus bertambah pesat.

Achris menyinggung jumlah pengguna internet pada Juni 2018 sejumlah 4.208 juta atau 55,1 persen warga dunia. Sementara di Indonesia, pengguna internet telah menjangkau 54,68 persen atau sebesar 143,26 juta jiwa dari semua warga Indonesia. Di samping itu, pertumbuhan penetrasi telepon pintar dan tablet di Indonesia telah menjangkau 50,08 persen.

"Kondisi itu membawa akibat yang besar terhadap kehidupan sosial manusia. Hampir setiap kegiatan masyarakat didukung akses internet mulai dari chatting, sosial media, search engine, sampai transaksi jual beli," ujar Achris dalam seminar bertema "UMKM NTB Go Digital" di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, NTB, Senin (22/4).

Achris menilai, dengan situasi tersebut mendorong timbulnya berbagai software atau platform berbasis internet tergolong fintech, e-commerce, maupun marketplace, yang menawarkan sekian banyak  pilihan serta dapat mengolah perilaku bertransaksi untuk sebagian masyarakat dari melakukan pembelian barang secara konvensional menjadi daring (online).

"Hal itu juga dominan kepada pertumbuhan UMKM. Pelaku UMKM bisa dengan gampang bahkan cuma-cuma memanfaatkan semua software berbasis internet," kata Achris.

Oleh sebab itu, KPw BI NTB menciptakan program pengembangan UMKM berbasis digital yang dimulai dengan pengamalan seminar dengan tema "UMKM NTB Go Digital" semenjak Senin (22/4) sampai Rabu (23/4)Achris mengucapkan dari 405 UMKM yang mendaftar, selama 355 UMKM yang lulus kurasi dan diundang menghadiri pekerjaan seminar ini. Dari jumlah tersebut, nyaris 37 persen peserta mempunyai usaha di bidang kuliner dalam kemasan, dibuntuti usaha bidang kerajinan sebesar 18,5 persen, usaha bidang busana sebesar 16,5 persen, dan usaha lainnya.

Achris menilai pekerjaan ini format komitmen BI dalam pengembangan ekonomi dan finansial figital yang ditunjukkan pada lima lokasi dengan 5P yakni permodalan, produk, perniagaan atau pemasaran, lembayaran, dan pengantaran atau logistik.

"Harapan kedepannya BI bareng pemangku kepandaian bersangkutan dapat bekerjasama dan bersinergi dalam pengembangan UMKM berbasis digital secara end to end," ucap Achris.

Ketua Dekranasda NTB Niken Saptarini Widyawati menuliskan pengembangan UMKM berbasis digital memang mesti terus ditingkatkan.

"Para pelaku UMKM juga diinginkan mampu beradaptasi dengan pertumbuhan teknologi sehingga dapat mendukung pencapaian NTB maju, gemilang, dan baldatun thayyibatun warabbun ghofur," ujar Niken.

Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah menuliskan Provinsi NTB mempunyai kekayaan alam, produk unggulan, dan kuliner, serta didukung pun dengan sekian banyak  produk UMKM NTB yang paling unik dan berkualitas. Namun begitu, keberadaan produk UMKM NTB di kancah nasional masih butuh ditingkatkan.

Rohmi melafalkan tingkat pengangguran di NTB lumayan rendah yakni sebesar 3,37 persen, tetapi demikian angka kemiskinan NTB pada September 2018 menjangkau 14,63 persen sampai-sampai dapat diputuskan produktivitas masyarakat masih butuh ditingkatkan.

"Upaya penambahan produktivitas itu dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan pertumbuhan teknologi," kata Rohmi.

Pada pekerjaan tersebut, KPw BI NTB berkolaborasi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) serta didukung sekian banyak  pihak laksana Shopee, Facebook, EUKM.Online, Otoritas Jasa Keuangan NTB, Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik NTB, serta Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

Selama dua hari itu peserta akan mengerjakan on boarding di marketplace tergolong aktivasi e-payment dan mendapatkan sekian banyak  materi untuk menyokong on boarding, antara beda bersangkutan kiat fotografi dan kiat editing potret menguntukkan ponsel, strategi promosi di sosial media, dan praktek potret produk.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.