Header Ads

Perkembangan Teknologi Digital - Hidupnya Gundam Bangkitkan Fantasi Anak-Anak

 Hidupnya Gundam Bangkitkan Fantasi Anak-Anak



Robot Gundam - Seorang profesor ilmu neuro network dan teknologi robotik asal Indonesia tengah tercebur dalam proyek sains yang diberi nama Gundam Global Challenge (GGC). Proyek GGC itu adalah upaya semua ilmuwan untuk 'menghidupkan' karakter robot rekaan ilmiah legendaris, Gundam, lewat pengimplementasian teknologi robotik, machine learning, dan juga artificial intelligence (AI).

Tak tanggung-tanggung, robot Gundam yang hendak dibangun memjugayai tinggi sampai 18 meter dan rencananya akan siap dipamerkan pada 2020 mendatang di Yokohama, Jepang.

"Melalui (proyek) ini, kami dari kalangan ilmuwan hendak menarik kesimpulan antara dunia angan-angan anak-anak dengan perkembangan sains dan teknologi. Perlu anda pahami bahwa seluruh produk sains hari ini tadinya dibangun dari mimpi, dari fantasi. Tinggal lantas bagaimana tugas ilmuwan untuk mengimplementasikan angan-angan itu dalam suatu produk sains terapan," ujar Prof Pitoyo Hartono dalam bincang santai mengenai teknologi bertema VisionAIre yang digagas oleh Nodeflux di Jakarta, Senin (25/3/2019).

Dijelaskan oleh lelaki humble yang lebih senang disapa Mas Pitoyo ini, dirinya adalah bagian dari kesebelasan yang minimal mengandung 10 core member, tiga lead engineer, dan sebanyak teknisi lapangan. Melalui proyek ini, Pitoyo dan tim hendak menyampaikan pada masyarakat luas di dunia, terutama anak-anak dan generasi muda untuk tak berhenti memelihara angan-angan yang dimilikinya. Pitoyo yakin dari angan-angan tersebut ada tidak sedikit yang dapat dipelajari dan tak menutup bisa jadi merupakan mula dari perkembangan sebuah teknologi baru yang belum pernah terpikirkan sekitar ini.

"Satu keprihatinan saya hari ini bahwa dunia anak yang akrab dengan angan-angan itu seolah hanya dirasakan main-main semata. Padahal dari sana dapat ditarik kesimpulan dan bahkan menjadi bekal urgen untuk perkembangan sains dan teknologi di masa mendatang," tutur Pitoyo.

Terkait pengerjaan proyek GGC yang dijalankannya sekarang, Pitoyo berkisah bahwa dirinya sering mendapat pertanyaan mengenai menfaat dari proyek besarnya itu terhadap kehidupan masyarakat luas. Pitoyo juga mengupayakan mengingatkan bahwa kehadiran dunia sains dan teknologi tidak melulu untuk menjawab keperluan dan kendala hari ini, namun juga kebutuhan dan kendala di masa akan datang.

"Coba tidak boleh anggap bahwa kami mau buat robot, namun gedung. Tantangannya bagaimana supaya gedung setinggi 18 meter ini dapat bergerak. Bagi apa? Kita tidak akan pernah tahu. Misalnya saja nih, sebuah saat insan sudah dapat mengirimkan koloninya ke Mars dan mesti bermukim di suatu gedung. Lalu, ternyata penempatan gedung tersebut kurang tepat. Dengan temuan dari proyek ini barangkali kami dapat kasih solusi. Bukan orang-orangnya yang keluar, kemudian gedungnya dibongkar, terus bangun lagi yang baru. Cukup pindahkan saja," tegas lelaki yang juga terobsesi dengan karakter Doraemon ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.