Header Ads

Perkembangan Teknologi Ekonomi - Inovasi Jadi Tumpuan Bisnis Amorepacific

Inovasi Jadi Tumpuan Bisnis Amorepacific


Sejumlah brand  produk kecantikan ternama seperti Sulwhasoo, Laneige, Innisfree, Iope, Etude House, Lirikos, Mamonde, dan lainnya merupakan produksi Korea Selatan dari satu bendera perusahaan Amorepacific yang menekankan pentingnya strategi inovasi dan penelitian dalam pengembangan bisnisnya.

Amorepacific mempunyai sejarah panjang sebagai perusahaan pengolah bahan alami untuk produk perawatan tubuh.

Bisnis produk perawatan kulit serta kecantikan ini dirintis oleh wanita ulet, Yoon Dokjeong, yang memulai produknya dengan membuat minyak alami dari pohon camelia pada 1930-an. Dari hasil destilasi bunga camelia, Yoon memasarkan minyak rambut dengan mengedepankan pemakaian bahan alami dan berkualitas.

Namki menuliskan bahwa strategi bisnis yang diterapkan di antaranya inovasi dan penelitian dalam pengembangan produk. Langkah tersebut membawa Amorepacific menjadi 'perusahaan dengan brand  hebat' yang pun terus membawa komitmen untuk menjaga kecantikan dan kesehatan untuk semua konsumennya.

Dia menambahkan Amorepacific adalahperusahaan yang tumbuh dari biji yang 'ditanam' sang ibu untuk menerapkan mimpi melewati berkontribusi pada masyarakat dengan membuat produk kecantikan dan kesehatan yang didukung dengan teknologi.

Dalam perkembangannya, Amorepacific telah mencetuskan paling tidak 32 brand kosmetik dan kesehatan kulit, serta rambut tergolong produk teh. Sebagian besar brand  keluaran Amorepacific adalahproduk elit. Jaringan bisnisnya didukung minimal 300 gerai yang tersebar di sekian banyak  negara tergolong Indonesia.

Kesuksesan gurita bisnis Amorepacific sudah mendominasi industri kosmetik di Asia Pasifik. Namki mengaku bahwa strategi terpenting untuk memenangkan pasar ialah inovatif pada masing-masing produknya. "Inovasi pun sesuai dengan empiris konsumen menurut penelitian. Apalagi saat ini evolusi digital pun terjadi sampai-sampai kami terus menyesuaikan diri terutama seiring dengan teknologi," tuturnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.