Header Ads

Perkembangan Teknologi Informasi - Tren Baru Masyarakat Digital

Tren Baru Masyarakat Digital



Media dan Tren Baru Masyarakat DigitalSeiring berkembangnya teknologi informasi dari tahun ke tahun, maka urusan ini menimbulkan peluang baru, termasuk timbulnya media online. Media digital dianggap semakin berkembang, berbanding terbalik dengan media lama seperti media cetak.

Dalam penjelasan resmi yang diterima oleh Okezone pada Senin (15/4/2019), konsultan bisnis PwC dalam laporan "Outlook from Global Entertainment dan Media Outlook 2017" menunjukkan bahwa laju global pengembangan surat kabar selama lima tahun ke depan minus 8,3%.

Ini adalah angka terendah, karena perkiraan untuk media massa konvensional lainnya (majalah, radio, televisi dan buku) juga menunjukkan tren yang kurang positif yaitu 3,4 hingga 6%. Untuk bagiannya, PwC mengasumsikan bahwa media internet telah meningkat dari 0,5 menjadi 6%.

Fenomena stagnasi terhadap kemunduran media cetak dan cetak di seluruh dunia yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat sejak 2009 menjadi semakin nyata di Indonesia dari 2015 hingga 2017. Ini terlihat baik di pers sebagian atau total hanya di media cetak, bahkan dalam koleksi media besar.

Data dari Asosiasi Penyedia Layanan Internet (APJII) Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah pengguna Internet di Indonesia. Dalam 15 tahun terakhir (2002 - 2017) akses Internet telah meningkat dari 4,5 juta menjadi 145 juta warganet. Prevalensi Warganet memiliki sesuatu yang unik sehubungan dengan data APJII 2016. Dengan kata lain, semangat Warganet Indonesia dalam mengakses Internet (dalam tanggapan terbukanya) tampaknya tidak menjadi masalah. akses ke media massa atau berita online, tetapi ke media sosial dan hiburan.

Data yang disajikan oleh Reuters Institute, 51% responden mengatakan mereka menggunakan media sosial sebagai sumber informasi. Portal berita tidak lagi dianggap sebagai sumber utama informasi. Faktanya, 12% responden mengatakan bahwa media sosial adalah sumber utama informasi mereka.

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa anak muda adalah generasi yang menggunakan media sosial sebagai tempat utama informasi dibandingkan dengan media tradisional seperti televisi. Di antara orang muda berusia 18 hingga 24, 28% mengungkapkan bahwa media sosial terutama merupakan sumber informasi di televisi, dibandingkan dengan 24%.

Selain media sosial, pengumpulan berita atau perangkat lunak agregasi berita telah berkembang cukup cepat sebagai forum untuk pengumpulan berita publik. Perilaku orang yang diinformasikan juga berubah.

Menurut informasi yang diberikan oleh Reuters Institute, 36% dari pembicara mengatakan mereka telah mendengarkan informasi karena direkomendasikan secara otomatis oleh mesin yang berjalan di belakang platform. Teknik ini akan menghasilkan persentase pembaca berita yang lebih tinggi daripada konten yang direkomendasikan oleh jurnalis atau editor.

Konten agregator berita moderat dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Selain itu, teknologi intelijen produksi platform agregasi berita akan memberikan informasi yang konsisten dengan kepentingan Warganet.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.