Header Ads

Perkembangan Teknologi - Pentingnya Integrasi Big Data

Perkembangan Teknologi - Pentingnya Integrasi Big Data


Perkembangan Teknologi - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya integrasi big data yang ada di Jatim untuk perbaikanpelayanan publik bagi masyarakat. Melaluiperkembangan teknologi informasi terbaru  sangat| memungkinkan konektivitas, integrasi, dan pemrosesan data yang lebih baik.


https://nahyun-inspirits-fanfics.blogspot.com/


“Berdasar pada keinginan  untuk  menempuh perbaikan dan pelayanan publik dari kebijakan yang berbasis data, maka integrasi big data adalah salah satu prioritas program Pemprov Jatim,” ungkap Emil, sapaan Wakil Gubernur Jatim saat memimpin Focus Group Discussion/FGD “Pemanfaatan Big Data untuk pengembangan Pelayanan Informasi Super Koridor (Permaisuri) di Gedung Rektorat ITS, Sukolilo, Surabaya, Jumat (22/03).

Menurutnya, Pemprov Jatim masih akan merumuskan dan mencari cara terbaik untuk mengorganisir berbagai data yang terpencar di seluruh OPD. Dicontohkan, pada data di balai latihan kerja selama ini hanya ditumpuk berupa file, dan ketika dicari data tersebut belum bisa dikaji. Tingkatanyang terpenting  dalam integrasi big data ini adalah organisasi data dan manajemen data,” imbuh Wakil Gubernur Emil.

Wakil Gubernur Emil menambahkan, pihaknya mengharapkan big data tersebut dapat disinergikan hingga membentuk sebuah database yang tersinkronkan. Selain  itu, teknologi deteksi sensor  melalui e-KTP juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

“Bisa kita bayangkan seandainya  ada pelaksanaan akuisisi e-KTP, sehingga setiap orang cukup menempelkan e-KTP nya ketika checkin ataupun  checkout,” terangnya sembari menambahkan dengan demikian data akan terecord secara real time pada server yang telah disediakan.

Selain akuisisi data, Wakil Gubernur Emil berharapdata yang diintegrasikan juga dapat berbasis spasial. Menurutnya, melalui data spasial maka data tersebut lebih relevan untuk dilakukan geotagging dan berbasis domisili based. “Begitu kita punya data spasial maka akan mudah mengerjakan  data analisis,” ujarnya.

Wakil Gubernur Emil berharap akuisisi big data dapat mengakuisisi semua data yang ada di 60 OPD. Akan tetapi, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan prioritasnya pada OPD yang memberi pengaruh luas pada masyarakat. Dicontohkan, data-data pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sepatutnya  dapat  memberi informasi indikasi pencemaran di seluruh Jatim.

“Saya harapkan usai FGD ini, semua unit terkait  bisa lebih menajamkan program dan mengerucut pada agenda  action plan dalam pengintegrasian big data di Jatim,” pungkas Wakil Gubernur Emil yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek.

Sementara itu, Dekan FTIK-ITS Agus Zainal Arifin menyampaikan tujuan dari diskusi ini yaitu membangun dari berbagai yang ada tentang pengintegrasian big data. Selain itu, juga untuk menggali platform data yang diperlukan untuk penggunaanPelayanan Informasi Super Koridor (Permaisuri) yang  digagas oleh Pemprov Jatim.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.