Header Ads

Perkembangan Teknologi - Pertamina Bentuk Tim Peninjau Sosial Media

Pertamina Bentuk Tim Peninjau Sosial Media



Media Komunikasi PT Pertamina Persero, Alih Istik Wahyuni mengatakan, hoaks merupakan akibat dari perkembangan teknologi informasi. Dia mengakui, saat ini memang tidak dapat membendung atau memberi batas perkembangan teknologi informasi tersebut. "Perkembangan teknologi informasi dominan  pada perkembangan sosial media. Sementara itu, hoaks ini adalahsalah satu akibat dari perkembangan tersebut," kata Alih di acara Millennials Tangkis Hoax Bersama Pertamina di Politeknik Negeri Jakarta Kampus UI, Kamis, 25 April 2019.

Alih mengingatkan, masyarakat dapat menjaga diri dengan menyaring hoaks. Masyarakat pun diminta tidak langsung percaya atas informasi yang beredar."Memang kita telah tidak lagi dapat menghindari atau memberi batas 100 persen perkembangan teknologi. Tetapi kita dapat untuk diri anda sendiri dan orang sekeliling. Menjaga diri dengan menyaring hoaks, supaya tidak langsung percaya pun menginformasikan untuk keluarga atau kerabat dekat berhubungan hal tersebut," ujarnya.

Alih mengakui, Pertamina adalahperusahaan yang tidak jarang terpapar isu hoaks. Beberapa di antaranya ialah kasus hoaks tabung gas LPJ, dosis BBM dan rekrutmen."Untuk Pertamina sendiri, anda memang sebagai perusahaan yang besar dan diketahui tidak jarang kali terkena isu hoaks. Contohnya permasalahan rekrutmen, permasalahan tabung gas LPJ, dosis BBM, laksana itu tidak sedikit sekali beritanya," ujarnya.

Ia berharap, bila tidak sedikit berita hoaks beredar berhubungan Pertamina maka hendaknya segera mengadukan ke Pertamina. Sejauh ini pun telah ada kesebelasan pemantau soal isu yang berkembang di sosmed. "Isu tersebut langsung anda klarifikasi secara internal, sesudah diketahui tersebut hoaks akan anda viralkan kembali, agar orang-orang langsung tahu berita tersebut tidak benar," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.