Header Ads

Perkembangan Teknologi | Pengertian dan Perkembangan Teknologi

Ilustrasi kecerdasan buatan. Foto: Gerlat/Pixabay

Kesadaran Otak Manusia Sebenarnya Bisa Diciptakan

Perkembangan Teknologi - Ketika berkata tentang kesadaran benak manusia, tidak jarang kali tidak terlepas dari dualisme. Kesadaran otak insan terletak dalam distrik spiritual tertentu, dan terisolasi dari medan material. Mayoritas orang-orang di dunia memiliki keyakinan ini, tergolong agama Kristen, Islam, dan Buddha. Semuanya beranggapan demikian. Jiwa kesadaran ialah sesuatu yang paling suci dan tidak bisa ditiru.

Tetapi, secara umum dalam kecerdasan produksi atau AI, malah sebaliknya. Kecerdasan produksi menganut paham materialisme, dan kesadaran otak insan sebenarnya dapat diciptakan.

Otak manusia ialah hal yang sangat kompleks di alam semesta ini. Ada lebih dari 85 miliar neuron di benak kita. Setiap neuron mempunyai ribuan koneksi dengan neuron lain.

Untuk menjangkau replikasi, otak insan harus dipindai. Resolusi gambar dari pemindai medis MRI melulu dapat menjangkau tingkat milimeter. Untuk memisahkan sel-sel benak dari tingkat nanometer, perangkat mikroskop elektron ialah jawabannya. 

Kecepatan komputasi otak insan dapat menjangkau puluhan miliar operasi floating-point per detik. Sehingga, perangkat kekuatan komputasi otak insan harus menjangkau tingkat miliaran juga. Saat ini, kecepatan operasi super-komputasi yang terdapat di dunia ini, ialah tingkat seratus miliar kali. Seperti superfast komputer Prototipe kelas-E Tianhe No. 3 dari China. 

Akhirnya, model perlu diciptakan menurut seluruh saraf sel benak yang dipindai. Bagian ini lebih merepotkan. Bagaimana menggabungkan sekian banyak  komponen dan setiap modul dapat bekerja sama, ialah tantangan terbesar. Karena urusan ini tidak sesederhana merakit komputer atau ponsel.

Beberapa tahun yang lalu, ada suatu proyek mempunyai nama 'cacing terbuka' yang sukses menciptakan benak cacing. Otak cacing ini dapat mengendalikan robot kecil. Yang sukses keluar dari Kastil Lego. Tetapi, benak nematoda laksana cacing sangatlah sederhana. Mereka melulu mempunyai 302 neuron dan 7000 sinapsis.

Simulasi seluruh benak manusia ialah suatu proyek yang mustahil. Paling tidak guna zaman sekarang. Tidak tahu puluhan tahun atau ratusan tahun kemudian. Karena neuron benak yang begitu rumit, di samping memindai struktur seluruh sel otak, pun harus memahami konfigurasi masing-masing sel, serta tata letak dendrit akson dari setiap sel. 

Lebih rumitnya lagi, mesti mengetahui informasi tempat masing-masing molekul atau bahkan atom. Jika berhubungan dengan dimensi waktu, atau perlu waktu berapa lama dan sebagainya, maka semua model nyaris tidak terdapat gunanya.

Dari segi kecerdasan produksi dalam makna sempit ketika ini, merangkum kecerdasan produksi simbolis, pembelajaran mesin, statistik, dan pembelajaran mendalam. Lebih tepatnya, kecerdasan produksi tahap lemah. Weak AI. Kecerdasan produksi simbolik pada ketika kesatu kali dimulai, memakai simbol guna mengekspresikan benak manusia. Contoh sangat tipikal ialah sistem pakar.

Pembelajaran mesin, yang dapat mendapatkan hasil menurut data, tanpa menulis faedah spesifik secara manual. Karena keterbatasannya, nyaris tidak terdapat yang bakal menggunakannya untuk membuat hal-hal yang mempunyai kesadaran. 

Statistik, khususnya jaringan Bayesian, jaringan Markov tersembunyi, atau ketidakpastian model.

Pembelajaran mendalam ialah semacam pembelajaran mesin. Karena jumlah lapisan dalam jaringan besar, maka dinamakan kedalaman.

Oleh sebab itu, definisi sempit dari kecerdasan produksi berarti bahwa sebuah sistem, bisa menghasilkan kesadaran sekitar ia dapat mengerjakan operasi pembelajaran mesin yang cukup. Tetapi masalahnya, otak insan benar-benar bertolak belakang dari sistem mesin lainnya. Mesin bisa terdiri dari sekian banyak  bagian yang dipadukan, tetapi benak manusia ialah sistem yang berbagi satu set inti benak yang paling independen.

Pertama-tama, mempelajari prinsip-prinsip pemikiran manusia, mengetahui cara beranggapan bekerja dengan seksama, dan lantas menciptakan benak menurut pada mereka. Artinya, ilmuwan mesti mengetahui prinsip kerja semua otak, kemudian menyalinnya. Tentu saja nyaris mission impossible. 

Tetapi, terdapat ilmuwan yang menyarankan tidak perlu mengetahui semua kerja prinsip otak. Misalnya, manusia dapat meniru burung terbang. Walaupun mayoritas prinsip kerja burung yang tidak begitu jelas, tetapi insan telah dapat terbang ke luar angkasa. Jadi tanpa butuh menguasai prinsip borongan otak, barangkali telah dapat meniru otak produksi yang lebih powerful daripada otak.

Just like grandma says, pembuatan kesadaran tergantung pada apakah dapat menjangkau kecerdasan produksi yang digeneralisasi, yang barangkali dapat membangunkan kesadaran pada tingkat molekuler semua otak. Atau barangkali dapat mengintegrasikan ribuan sistem pembelajaran mesin untuk membangunkan kesadaran. Mungkin pun dapat menguraikan semua otak, di mana akhirnya, kesadaran tercipta. 

Mungkin juga, kesadaran insan terbentuk melalui perubahan yang paling lambat, dan tidak cukup efisien. Jadi andai kita dapat menciptakan kesadaran melewati metode ilmiah, ini bakal jauh lebih cepat dan lebih efisien. Mungkin itulah saatnya, kita menginjak Era Singularity.



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.