Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Ekonomi

Perkembangan Teknologi Buat Bali Menyesuaikan Diri



Teknologi Bali - Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR mengapresiasi Balai Latihan Kerja (BLK) Bali, sebab mempunyai program yang berlangsung dengan baik. Namun sejumlah peralatan praktik masih memakai teknologi lama dengan standar pelatihan yang telah tertinggal.

Tim Kunker mendorong BLK Bali guna menyesuaikan dengan permintaan pasar yang ingin berubah seiring pertumbuhan teknologi digital dan Revolusi Industri 4.0.

“Dunia kerja ketika ini, memerlukan tenaga profesional yang dapat mengikuti pertumbuhan dengan teknologi yang ada. Bagi itu, perlengkapan dan teknologi mesti dicocokkan dengan pertumbuhan teknologi dan permintaan pasar supaya tidak ketinggalan,” ujar anggota Komisi IX DPR, Julianus Pote Leba, saat mengekor Kunker Komisi IX DPR ke Provinsi Bali, Jumat (3/5/2019).

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan, di samping teknologi, hal kurikulum dan Sumber Daya Manusia (SDM) di BLK pun butuh mendapatkan pelatihan, sampai-sampai dapat menyesuaikan dengan keperluan industri ketika ini. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan itu mesti dapat mencetak tenaga kerja yang mampu berlomba dengan pekerja lainnya.

Ia menilai situasi BLK yang tersebar di wilayah masih jauh terbelakang untuk memenuhi keperluan pelaku usaha di area industri ketika ini. BLK sebagai tulang punggung dalam mencetak pekerja yang cocok dengan keperluan pasar, diminta terus membetulkan diri menghadapi pertumbuhan zaman.

Data Kementerian Ketenagakerjaan menuliskan, BLK kepunyaan pemerintah berjumlah 514, sementara swasta jumlahnya lebih sedikit melulu 58. Jika mengacu pada data Pantau PJTKI, jumlah BLK swasta jauh lebih tidak sedikit hingga menjangkau 189.

Di tingkat nasional, Kemenaker akan membina 1.000 BLK Komunitas pada tahun 2019. Pembangunan BLK ditujukan antara lain guna memaksimalkan bonus demografi pada 2025 sampai 2030.

Julianus mengingatkan, bonus demografi yang berupa banyaknya angkatan kerja, mesti diantisipasi dan jadi keuntungan untuk negara, bukan justeru menjadi beban. Bagi pembangunan BLK Komunitas ini mesti sejalan dengan perturan perundang-undangan guna menjadikan tahun 2019 sebagai tahun pengembangan SDM melewati pendidikan dan pelatihan vokasi.

Anggaran dalam pembentukan 1.000 BLK Komunitas ini sebesar Rp 1 triliun, sampai-sampai setiap lembaga atau komunitas yang mengerjakan perjanjian kerja sama dengan pemerintah menemukan dana sebesar Rp 1 miliar.

Sementara menurut keterangan dari data Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali per Agustus 2018, jumlah warga usia kerja di Bali menjangkau 3.288.908 orang, dari warga usia kerja itu 76,78 persen (2.525.355 orang) adalahangkatan kerja dan 23,22 persen (763.563 orang) adalahbukan angkatan kerja.

Tingkat pengangguran tersingkap per Agustus 2018 di Bali menjangkau 1,37 persen, turun 0,11 poin dikomparasikan TPT Agustus 2017 (1,48 persen) atau mengalami eskalasi 0,51 poin dikomparasikan dengan TPT Februari 2018 (0,86 persen).

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.