Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Nuklir

Hasil gambar untuk nuklir
Google Image : Dampak Nuklir



Daya Komputasi Kuantum Memiliki Keunggulan Sangat Besar

Perkembangan Teknologi | Pada mula abad ke-18, insan memasuki era revolusi industri 1.0 melewati penemuan mesin uap yang dimodifikasi oleh James Watt. Penemuan itu menjadikan Inggris sebagai kerajaan "the empire on which the sun never sets"Setelah itu, revolusi industri 2.0 bermunculan dengan penemuan lampu listrik oleh Thomas Alva Edison pada mula abad ke-20. Penemuan ini menjadikan Amerika Serikat dapat melampaui Inggris, sekaligus menjadi negara nomor satu di dunia.

Pada tahun 1970-an, Amerika Serikat kembali mengerjakan gebrakan di dunia teknologi dengan melahirkan teknologi informasi. Hal tersebut menandai revolusi industri 3.0. Sebagian besar perusahaan teknologi tinggi ketika ini, laksana IBM, Microsoft, Apple dibuka pada etape itu. Amerika Serikat sukses mempertahankan posisinya sebagai pemimpin teknologi selama nyaris 40 tahun setelahnya.

Sejarah mencatat, revolusi ilmiah dapat menghasilkan revolusi industri. Revolusi ilmiah kesatu dalam sejarah manusia dibuka dengan mekanika Newton yang sukses melahirkan revolusi industri. Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya, revolusi industri kesatu diwakili dengan mesin uap.

Kemudian, pertumbuhan tenaga listrik sukses membawa transformasi industri kedua yang diwakili oleh teknologi listrik. Teori relativitas dan mekanika kuantum lantas menjadi tanda revolusi industri ketiga, dengan teknologi informasi sebagai 'juara' mereka.

Pengembangan teknologi informasi canggih didasarkan pada teknologi kuantum. Dalam proses pengembangan nuklir, akhirnya mencetuskan komputer. Sedangkan riset kuantum dalam fisika energi tinggi menelurkan apa yang anda kenal sebagai internet ketika ini. 

Setelah pengembangan bertahun-tahun, pengembangan teknologi informasi sudah menghadapi sejumlah tantangan serius.

Pertama ialah hambatan ketenteraman informasi laksana yang sempat membawa Facebook ke pengadilan sejumlah kali. Dengan pertumbuhan daya komputasi, masalah ketenteraman menjadi semakin menantang. Semua algoritma enkripsi klasik yang mengandalkan kompleksitas komputasi pada prinsipnya bakal dipecahkan. 

Dengan kepintaran manusia, nyaris tidak barangkali menemukan teknik untuk membuat kata sandi yang tidak bisa dipecahkan oleh manusia. Hal ini menjadikan daya komputasi yang powerful sebagai hambatan kedua. 

Saat ini, walau daya komputasi dunia digabungkan, masih tidak ada teknik untuk menuntaskan persoalan penelusuran data. Misalnya, terhadap 2 pangkat 80 dalam setahun (artinya, walaupun data ditelusuri satu per satu). Sebab, model pengembangan daya komputasi tradisional masih paling terbatas. 

Akan tetapi, komputasi kuantum sudah siap untuk menuntaskan dua masalah di atas. Kuantum mempunyai fitur yang paling spesial, yakni kuantum tidak dapat dicatat secara akurat. Mengukur kuantum membawa efek padanya yang mengakibatkan ia tidak dapat dicatat melalui pengukuran. Ini ialah prasyarat untuk ketenteraman kriptografi kuantum. 

Daya komputasi kuantum memiliki kelebihan sangat besar. Misalnya, ketika ini komputer biasa memerlukan waktu 100 tahun guna mendapatkan sebuah hasil perhitungan, namun komputasi kuantum cuma membutuhkan 0,01 detik guna mendapatkan hasil yang sama. 

Just like grandma says, komputasi kuantum bisa disebut sebagai 'senjata nuklir' di era damai. Tidak terdapat negara manapun yang dapat menanggung kegagalan dan ketinggalan dalam teknologi komputasi kuantum.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.