Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Radar

Diskusi anti Money Laundering institusi keuangan dengan NICE Actimize dan Q2 Technologies (Istimewa)



Institusi Keuangan Didorong Awas Tentang Kegiatan Money Laundering

Perkembangan Teknologi | Terus berkembangnya produk, aktivitas, dan teknologi dalam industri finansial yang semakin perumahan memberi peluang untuk pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memakai layanan dari institusi finansial untuk urusan yang salah. Penerapan Anti-Money Laundering yang optimal sangat dibutuhkan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan.

Dalam acara “Addressing Indonesian Anti-Money Laundering Regulation with a Holistic Solution”, NICE Actimize dan Q2 Technologies menyuruh bank dan institusi finansial membahas pentingnya penerapan Anti-Money Laundering dalam organisasi.

Peraturan OJK mengharuskan semua institusi finansial termasuk bank untuk merealisasikan sistem Anti-Money Laundering. Kompleksitas produk, layanan, dan teknologi finansial yang terus berkembang mengakibatkan risiko pencucian duit dan/atau pendanaan terorisme dalam institusi finansial semakin tinggi. Bagi itu, penerapan sistem Anti-Money Laundering paling penting untuk operasi bisnis terlepas dari aturan yang berlaku.

Rian Dharmawan dari Q2 Technologies menyatakan bahwa pemenuhan aturan anti-money laundering merupakan keharusan dasar dari masing-masing institusi keuangan. 

“Satu titik konsentrasi pada penyelesaian AML yaitu keterampilan memeriksa firasat dengan lebih baik dan efektif. Bertambahnya pertanda yang bersangkutan dengan durjana keuangan sehubungan langsung dengan pertumbuhan transaksi, dan memahami pertanda-pertanda tersebut ialah hal yang terpenting ketika ini,” kata Gadaffi Maricar, Senior Presales Consultant dari NICE Actimize dalam keteranganya di Jakarta, Selasa (21/5).

Kemampuan dalam pemakaian proses otomasi, skor prediksi dari SAR (Suspicious Activity Report) dan alur kerja yang teruji, adalahhal terpenting dalam penyelesaian Anti-Money Laundering ketika ini.

Di samping itu, sebagai penyedia penyelesaian di bidang risiko & pemenuhan dengan empiris yang luas di institusi finansial dan pemerintahan, NICE Actimize mengucapkan pendekatan lengkap untuk KYC dan pengawasan transaksi, dan solusi-solusi berhubungan yang cocok dengan aturan OJK.

Regional Sales Director NICE Actimize, Himanshu Upadhyaya menyatakan,Industri Anti-Money Laundering ketika ini telah bergerak dari yang sebelumnya pendekatan berbasis transaksi, menjadi pendekatan berbasis risiko.

Perkembangan teknologi AML telah seharusnya semakin maju dan cocok untuk mengimbangi berkembangnya upaya-upaya perbuatan pencucian uang, diperbanyak perubahan-perubahan pada regulasi pemerintah yang memerlukan sistem yang lebih canggih dan relevan.

Michael Adinugraha, Senior Vice President Q2 Technologies, menegaskan bahwa eksistensi teknologi penyokong pemenuhan aturan ialah suatu keharusan, namun bila disaksikan dari perspektif praktis, kemahiran dalam penerapan dan penunjang sama pentingnya untuk membina ekosistem bisnis yang tepat guna dengan sistem Anti-Money Laundering yang berlangsung dengan baik.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.