Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Rumah Tangga

Presiden Joko WIdodo (kanan) menerima buku rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2020 


Masalah Regulasi dan Kelembagaan Tetap Menjadi Isu dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan Teknologi | Studi Kementerian PPN/Bappenas mengindikasikan masalah regulasi dan kelembagaan tetap menjadi isu yang sangat penting untuk dirapikan dalam upaya menambah pertumbuhan ekonomi ke depannya.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menuliskan regulasi di Indonesia tidak jarang kali masih restriktif dan paling mahal, menciptakan investor segan berinvestasi.

Belum lagi masalah korupsi dan tidak efektifnya birokrasi, serta risiko yang mesti dihadapi sektor swasta sebab kebijakan yang tidak pasti dampak kurangnya koordinasi di pemerintahan."Ini mesti ditanggulangi dengan segera dan serius supaya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih melesat,” ujar Bambang dalam rilis penyampaian di The Second Stolypin Forum, Rusia yang diterima Bisnis, Jumat (24/05/2019).

Menurutnya, sejumlah kepandaian disiapkan supaya transformasi struktural dapat berlangsung dengan baik dan memiliki akibat yang signifikan.

Pertama, pemerintah membetulkan regulasi dan kelembagaan dengan meyakinkan masing-masing institusi memiliki faedah yang jelas, dengan kepandaian yang tidak tumpang tindih dan koordinasi yang efektif.

Kedua, pemerintah melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan mendorong ekspansi internet dan konektivitas jalan sehingga membetulkan kualitas perkembangan ekonomi supaya menjadi inklusif. 

Ketiga, upaya membetulkan kuantitas dan kualitas perkembangan ekonomi, utamanya dengan membetulkan kualitas tenaga kerja, mengembangkan pelatihan vokasi, sampai mengembangkan skema untuk menambah peran penelitian dan penelitian.

Keempat, pemerintah mengembangkan skema pembiayaan pilihan seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) sebagai solusi pilihan untuk menanggulangi terbatasnya penerimaan negara dari pajak.

Kelima, upaya membetulkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam penambahan kesehatan dan pendidikan.

“Di masa depan, Indonesia memerlukan reformasi kurikulum dan inovasi cara pembelajaran sebagai senjata pamungkas guna mewujudkan sumber daya insan yang berkualitas."

Di samping itu, kepandaian di sektor kesehatan bakal difokuskan guna kesehatan dan masa mendatang anak-anak Indonesia.

Dalam The Second Stolypin Forum, Bambang pun mengelaborasi tentang perkembangan ekonomi Indonesia, kendala ekonomi jangka menengah, hingga teknik Indonesia mengimplementasikan reformasi struktural. 

Meskipun mesti menghadapi sekian banyak  tantangan global dan domestik sejumlah tahun belakangan, ekonomi Indonesia bisa bertahan menguat. 

Pertumbuhan ekonomi sempat jatuh dikomparasikan dengan tahun 2011, tetapi sejak 2015 pertumbuhannya dapat kembali menguat dan terus terakselerasi.

Bambang menuturkan perkembangan ekonomi yang menguat didorong stabilnya konsumsi lokasi tinggal tangga dan tingginya perkembangan investasi. 

Pertumbuhan konsumsi lokasi tinggal tangga tumbuh stabil di dekat 5 persen dalam kurun masa-masa 5 tahun terakhir, sedangkan investasi tumbuh lebih tinggi, di angka 5,4% per tahun.

Bappenas menilai tingkat investasi yang tinggi ialah hasil dari pertumbuhan infrastruktur yang sudah dijadikan prioritas pemerintah sejumlah tahun belakangan, seiring dengan upaya untuk membetulkan iklim investasi yang pun berkontribusi atas masuknya investasi swasta.

Selain diakibatkan meningkatnya investasi, perkembangan ekonomi pun didorong tingginya perkembangan sektor jasa, utamanya di sektor teknologi informasi dan komunikasi yang mendorong pertumbuhan dunia digital di Indonesia.

Sayangnya, sektor manufaktur yang diincar untuk menjadi pendorong utama perkembangan ekonomi, tumbuh rata-rata 4,4 persen per tahun, lebih rendah dari perkembangan ekonomi.

"Hasilnya, sektor manufaktur di Produk Domestik Bruto berkurang sampai kini sedang di bawah 20 persen," ungkapnya.

Inilah yang menjadi perhatian utama pemerintah ke depannya supaya ekonomi Indonesia dapat terakselerasi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.