Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Sistem Informasi

Seminar Sistem Informasi Desa: Upaya Meningkatkan Kualitas Pembangunan di Desa di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (22/5/2019). Foto: len.


Meningkatkan Pembangunan dengan Sistem Informasi Desa

Perkembangan Teknologi | Berkembangpesatnya peradaban teknologi di Indonesia yang menyasar tidak sedikit bidang menciptakan masyarakat inginkan tidak mau berjuang mengikuti supaya tidak tertinggal. Sekali pun bermukim di desa, mengekor perkembangan teknologi bukanlah urusan yang aneh. Mengingat kini ini Indonesia sudah menginjak era revolusi industri 4.0. Salah satu urusan yang ikut terdampak teknologi ialah Sistem Informasi Desa (SID).

“Kalau dulu data ditabung di berlembar-lembar dokumen, sekarang dapat disimpan dalam software, bahkan dapat diakses tidak sedikit orang,” kata Trihastuti Nur Rochimah, Dekan Fakultas Ekonomi, Ilmu Sosial, dan Humaniora Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), dalam Seminar Sistem Informasi Desa: Upaya Meningkatkan Kualitas Pembangunan di Desa, Rabu (22/5/2019).

Ia pun mengungkapkan, paling disayangkan andai masyarakat tidak mengekor perkembangan zaman. Desa juga dituntut guna merespon pertumbuhan teknologi yang sekarang semakin luar biasa, salah satunya ialah dengan SID. Sistem ini bakal membuat tidak sedikit pihak mengetahui sekian banyak  informasi teranyar soal desa lokasinya tinggal.
Di samping itu, desentralisasi desa yang sekarang diterapkan menciptakan setiap Desa mempunyai otonomi guna menerbitakn Peraturan Desa (Perdes). Ke depan, ia mengungkapkan perdes tak melulu mengatur soal APBD saja, namun pun merambah ke pariwisata, pemberdayaan perempuan, isu gizi dan kesehatan, dan beda sebagainya.

“Di samping itu, harapannya juga dapat mampu menyejahterahkan masyarakat desa,” ujarnya.

Sayangnya, masih tidak sedikit warga yang beranggapan bahwa SID ialah sebuah website. Padahal, SID adalahsebuah sistem pelayanan informasi dari pemerintah desa pada masyarakat untuk membina desa menjadi lebih baik.

“SID sendiri nantinya bakal menjadi perangkat bantu untuk masyarakat dan pemerintah desa untuk menambah pembangunan di desa,” kata Budi Hermanto, Praktisi Informasi Desa.

Ia pun menyerahkan contoh, andai ada penduduk yang termasuk pra-sejahtera, maka dari SID dapat diketahui siapa saja yang tergolong dalam kelompok pra-sejahtera. Di samping itu, SID pun akan menolong pemerintah desa guna menilai program-program pembangunan.
Nurbianto, Kepala Desa Kalibening, Magelang, mengungkapkan SID pun akan menolong Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memahami rumah penduduk mana saja yang perlu ditolong pembangunannya. Selain tersebut dengan SID, pembangunan desa bakal lebih terintegrasi dan terarah.

Tak melulu pemerintah desa saja yang mulai mengekor perkembangan teknologi, di bidang edukasi pun pun demikian. Perguruan Tinggi pasti akan tertinggal andai tidak mengekor perkembangan teknologi. Hal ini pun dilaksanakan oleh UNISA dalam sistem pembelajaran.

Salah satunya ialah sistem presensi mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta yang memakai barcode dari smartphone mahasiswa. Di samping itu, UNISA pun menggunakan media belajar berupa e-learning.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.