Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Terbaru di Dunia 2019

Menkominfo Rudiantara (kiri) dan Kepala BIN Budi Gunawan (kanan) menyampaikan perkembangan pascakerusuhan di Jakarta dini hari tadi, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto



Usai Pembatasan Medsos Berakhir Kemenkominfo tetap Kejar Konten Hoax

Perkembangan Teknologi | Kementerian Komunikasi dan Informatika kian mengintensifkan pemblokiran terhadap website web dan menurunkan konten yang melanggar undang undang dari platform media sosial seiring dengan normalisasi akses terhadap fitur pesan instan dan media sosial.

Beberapa fitur media sosial dan pesan instan guna berbagi gambar dan video ditutup lantaran maraknya peredaran konten negatif yang berpotensi mempengaruhi masyarakat ketika kerusuhan terjadi di tiga tempat di Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menuliskan upaya untuk mengawal suasana tetap kondusif terus dilaksanakan meskipun akses media sosial dan pesan instan telah normal. Konten-konten hoaks serta provokasi yang sehubungan dengan kondisi pasca-Pemilu 2019 masih tidak sedikit yang teridentifikasi.

"Take down akun media sosial dan pemblokiran website yang melanggar undang undang terus dilakukan, bahkan semakin diintensifkan sebab hoaks dan provokasi yang sehubungan dengan kondisi pasca-Pemilu [2019] masih tidak sedikit diidentifikasi di dunia maya," ujar Rudiantara untuk Bisnis, Minggu (26/7/2019).

Sejauh ini, dari pertumbuhan terbaru yang dikatakan oleh Kemenkominfo berhubungan dengan peristiwa 22 Mei lalu, terdapat sejumlah 30 informasi di media sosial yang ditetapkan sebagai hoaks atau disinformasi.


Pemerintah membalikkan fitur ekspedisi gambar, foto, dan video di media sosial dan software pesan instan pada Sabtu (25/5/2019) pukul 13.00 WIB sebab situasi dinilai sudah kondusif. Menkominfo mengajak supaya semua warganet mengawal dunia maya dan dipergunakan untuk pekerjaan positif."Saya menyuruh semua masyarakat pemakai media sosial, baik instant messaging maupun video file sharing guna senantiasa mengawal dunia maya Indonesia. Digunakan guna hal-hal yang positif," ujar Rudiantara.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.