Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Transportasi Darat

Foto: DPD



Kebutuhan Masyarakat Akan Transportasi Berbasis Daring Sangat Tinggi

Perkembangan Teknologi | Komite II DPD RI melangsungkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bareng Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan untuk membicarakan RUU Perubahan atas UU No. 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). 


Dalam PDRD yang diadakan hari ini, Ketua Komite II DPD RI Aji Muhammad Mirza Wardana menulis bahwa saat ini permintaan tertinggi untuk komunitas transportasi online. Selain harga terendah yang diterima, transportasi online menyediakan akses mudah ke reservasi. Namun, dia menilai masih ada sejumlah sektor yang belum diatur oleh undang-undang, salah satunya angkutan umum roda dua atau motor.

Saat ini, melulu transportasi roda empat atau lebih yang telah ditata oleh undang-undang sebagai moda transportasi umum, sebenarnya masyarakat yang memakai moda transportasi roda dua pun sangat tinggi. "Kita tidak boleh tidak mempedulikan sesuatu berlangsung tanpa adanya aturan. Semua mesti berlangsung dengan aturan. Saya pikir persoalan sebenarnya tidak sulit untuk diciptakan aturan. Agar transportasi online angkutan roda dua ini dapat kita pertanggungjawabkan keamanannya," ucap Aji dalam penjelasan tertulis, Selasa (14/5/2019).


Sementara itu, Wakil Ketua Komite III DPD RI Charles Simaremare menuliskan bahwa undang-undang tentang LLAJ mesti dilaksanakan perubahan guna menyesuaikan pertumbuhan jaman. Undang-undang itu harus bisa dikembangkan dan dicocokkan potensi dan peran transportasi dalam mewujudkan keamanan, kesejahteraan, serta ketertiban dalam transportasi nasional. 

"Salah satu akibat berkembangnya teknologi digital ialah munculnya transportasi online. Dan ketika ini angka kecelakaan sebab kelalaian pengendara masih tinggi. Bahkan registrasi dan standar bobot pengendara angkutan jalan masih ada permasalahan," kata Charles.

Dalam peluang yang sama, Anggota Komite II yang berasal dari Provinsi Sulawesi Barat Pdt. Marthen meminta supaya UU yang sehubungan dengan transportasi mesti tidak jarang kali dapat mengekor berkembangan jaman. Saat ini, pertumbuhan teknologi semakin cepat, akibatnya tidak sedikit muncul-muncul bisnis transportasi baru laksana transportasi berbasis daring dan pun moda-moda transportasi yang berbeda, misalnya mobil tanpa supir yang sedang dikembangkan di luar negeri. 

Menurutnya, undang-undang transportasi mesti dapat menebak perkembangan teknologi tersebut, sampai-sampai ke depannya tidak gagap dalam menghadapi pertumbuhan transportasi.

"Kira-kira teknologi yang berkembang cepat tersebut harus anda antisipasi. Kita mesti menciptakan undang-undang yang tidak hanya dapat dipakai guna tahun ini dan tahun depan, tapi pun masa depan, mesti futuristik," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.