Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Jaringan

Hasil gambar untuk internet of things
Google Image : Internet of Things


Sigfox Indonesia Akan Nenjadi Bagian Dari Jaringan Sigfox Global yang Telah Beroperasi di 60 Negara

Perkembangan Teknologi - Sigfox Indonesia, secara resmi mengawali operasinya di Indonesia. Perusahaan asal Prancis itu menawarkan jaringan internet of things berdaya rendah.

Irfan Setiaputra, CEO Sigfox Indonesia mengatakan, Internet of Things atau IoT guna komunikasi antarmesin telah lama diperkenalkan di dunia dan Indonesia sudah mulai mengadopsi pemakaian IoT di sekian banyak  bidang. Namun, sampai ketika ini, penerapan IoT di Indonesia lebih tidak sedikit didominasi oleh layanan berbasis selular.Dengan merealisasikan IoT, sambungnya, perusahaan bisa dengan gampang untuk mengelola dan merekam sekian banyak  informasi yang diperlukan untuk pemungutan keputusan atau untuk mendongkrak produktifitas dan efisiensi serta keamanan.

“Umumnya persoalan penerapan IoT di Indonesia berhubungan empat hal, standardisasi, interoperabilitas, cakupan terbatas, dan struktur ongkos yang tidak scalable. Sigfox sebagai operator jaringan IoT independen terbesar di dunia menyaksikan kendala-kendala itu dapat dimitigasi dengan penerapan IoT yang dicocokkan dengan keperluan di sini,” kata Irfan dalam rilis yang diterima Bisnis, Jumat (17/5/2019).Irfan menambahkan, ketika ini penyelesaian Sigfox tidak sedikit digunakan guna solusi pengawasan aset, logistik, dan utilitas laksana meteran air dan gas, serta penyelesaian lain yang tidak memerlukan data yang besar dan memerlukan daya baterai yang lama.

“Pada ketika ini kami telah mengidentifikasi potential customers yang bisa memperoleh guna kompetitif dari penerapan low-powered IoT ini,” kata Irfan.Secara bisnis, Sigfox bakal mulai menyerahkan layanan solusi untuk pelanggan global Sigfox yang beroperasi di Indonesia serta membawa solusi-solusi yang dicocokkan dengan keperluan di Indonesia. Di samping itu, dengan komitmen menyeluruh, Sigfox Indonesia pun akan membina ekosistemnya yang berkolaborasi dengan universitas-universitas guna mengembangkan penyelesaian lokal dan melibatkan mahasiswa, pusat-pusat riset serta laboratorium yang ada.

“Kami pun akan bekerj sama dengan perusahaan lokal guna memproduksi perangkat dan sensor IoT untuk pengembangan solusi-solusi yang barangkali belum terdapat di Sigfox secara internasional. Kelak, solusi produksi Indonesia ini bisa ditawarkan untuk customer Sigfox di negara-negara beda juga,” ujar Irfan.

Sementara itu, Teguh Prasetya, Ketua Asosisasi IoT Indonesia, menuliskan perkembangan industri bakal semakin baik dengan dikeluarkanya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1 Tahun 2019 mengenai Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio Berdasarkan Izin Kelas.

Dia berharap supaya pelaku industri bisa segera menyiapkan infrastrukturnya yang kemudian diinginkan dapat bekerjasama dengan seluruh pihak dalam menyokong terwujudnya Industri 4.0.

Sigfox Indonesia bakal menjadi unsur dari jaringan Sigfox Global yang sudah beroperasi di 60 negara. Nantinya pelang besar. Solusi ini diinginkan dapat menjadi penyelesaian pelengkap dari teknologi seluler yang ada ketika ini.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.