Header Ads

Perkembangan Teknologi | Sejarah dan Perkembangan Teknologi

-
Google Image : Perkembangan Teknologi

Pengembangan Diri PTN dan PTS Dilakukan Agar Relevan dengan Revolusi Industri 4.0

Perkembangan Teknologi - Saat ini perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta mesti siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang masif, cepat, dan kompleks. Persaingan antarperguruan tinggi juga tak melulu PTN dan PTS saja, tetapi pun dengan PT asing. 

Perguruan tinggi memang menjadi garda depan Bangsa Indonesia dalam menghadapai kendala tersebut. Hal tersebut karena sumber daya insan (SDM) berkualitas tidak sedikit yang tercetus dari perguruan tinggi. Untuk Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya (UAJ) yang genap berusia 59 tahun pada 1 Juni 2019 nanti, upaya transformasi dan pengembangan diri terus dilakukan supaya tetap relevan dengan revolusi industri 4.0

Transformasi digital terus dilaksanakan melalui penciptaan massive open online course (MOOC) Atmazeds, program online learning dan blended learning, digitalisasi sistem administrasi, serta kolaborasi dengan platform online laksana Gnowbe dan Chatbot Savira yang menolong pendaftaran mahasiswa baru. 

Dibukanya kampus 3 BSD yang masuk pada ekosistem digital hub menjadi daya dorong ekstra untuk UAJ untuk bekerjasama dengan industri dalam pengembangan dirinya. Lebih jauh mengenai Blended learning, perhatian terhadap cara pembelajaran ini menjadi penting sebab adalah solusi di tengah disrupsi teknologi pada era 4.0 ini. 

Perkembangan teknologi ternyata tidak sepenuhnya menciptakan masyarakat percaya pada layanan edukasi berbasis online. Hal tersebut disebabkan sejumlah aspek manusiawi masih membutuhkan pertemuan langsung supaya transfer nilai dan norma dapat dilakukan. Beberapa aspek manusiawi tersebut seperti penanaman ideologi, pemahaman, mengembangkan keterampilan bekerja sama, empati dan beranggapan kritis. 

Itu sebabnya blended learning dibutuhkan sebagai titik temu antara dunia digital dengan perguruan tinggi. Sukses raih bintang lima QS Star Meski demikian, UAJ tetap mengerjakan transfer niai social responsibility dan keterbukaan. Hal itu diperlihatkan melalui keberhasilan UAJ mendapat  penghargaan dari lembaga pemeringkatan dunia, QS Star.

Tahun 2019 ini, UAJ sukses mendapat  penghargaan bintang lima untuk kelompok eployability dan social responsibility, serta bintang empat untuk kelompok keterbukaan (inclusiveness). Kesuksesan mendapat  penghargaan dari QS Star tidak menciptakan UAJ kemudian melupakan pembangunan SDM yang berkarakter. 

Hal tersebut karena pembangunan SDM yang berkarakter adalah salah satu dasar dari edukasi perguruan tinggi. Tetap depankan karakter Indonesia Untuk UAJ, menghadapi revolusi industri 4.0 tidak saja bersangkutan aspek teknologi dan kurikulum. Hal mendasar ialah mendidik generasi muda yang relevan dengan zamannya dengan tetap mempunyai karakter Indonesia dan kepedulian sosial.

Dua karakter itulah yang tidak dapat digantukan oleh mesin. Oleh sebab itu, topik wisuda tanggal 14 Mei 2019 ialah refleksi terhadap gerakan reformasi di mana UAJ adalahbagian sejarah dan wisudawan mesti tahu perjuangan yang butuh dilanjutkan. Peran UAJ sebagai penebar nilai dan karakter Indonesia diwujudkan melewati karya nyata yang cocok dengan kompetensi bidang. Hal itu dikatakan oleh di antara pendiri UAJ, Frans Seda yang berbunyi “Untuk Tuhan dan Tanah Air”.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.