Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 4G di Indonesia

© Warta Ekonomi. Kemenperin Ingin Industri Semen Bertransformasi di Era 4.0

© Warta Ekonomi. Kemenperin Ingin Industri Semen Bertransformasi di Era 4.0


Transformasi Industri Semen di Era Industri 4.0

Perkembangan Teknologi | Kinerja industri semen diproyeksi lebih moncer pada tahun 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal ini sebab didorong upaya pemerintah guna terus membuat iklim usaha yang kondusif di Tanah Air.

“Setelah pemilu, kegiatan industri manufaktur diinginkan akan kembali berlangsung normal,” kata Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto P. di Jakarta, Senin (10/6/2019).


Adie optimistis, perkembangan sektor IKFT yang merangkum industri semen, bakal menyentuh di angka 4,3% sepanja

ng tahun ini. Target itu melonjak dari capaian pada kuartal I tahun 2019 sebesar 3,6%. “Dalam jangka panjang, industri semen bakal tetap tumbuh signifikan. Hal ini seiring gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti,” ungkapnya.

Bahkan, utilisasi industri semen tahun ini akan lebih baik dari tahun kemudian atau di atas 75%. Utilisasi ini memperhitungkan pasar dalam negeri dan ekspor yang terus berkembang.


“Kami bercita-cita membaiknya ekonomi anda pascapemilu ini setidak-tidaknya menyerahkan leverage untuk utilisasi kapasitas anda sekarang,” imbuhnya.

Guna menaikkan penjualan semen tahun ini, salah satu pilihan bagi industri ialah ekspor. Kemenperin menargetkan, ekspor semen dan klinker dapat mencapai 7 juta ton pada 2019, naik 24% dikomparasikan 2018 sejumlah 5,64 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menegaskan, pihaknya pun terus mendorong penambahan konsumsi semen di pasar dalam negeri melalui sejumlah peluang proyek yang sedang berjalan, khususnya yang dipermaklumkan oleh pemerintah. Misalnya, program pembangunan sektor infrastruktur, properti, dan manufaktur.


Langkah lainnya, Kemenperin mengarahkan untuk industri penggilingan semen (grinding plant) di domestik yang memakai bahan baku klinker, diinginkan dapat menyerap dari buatan lokal. Upaya ini guna meminimalisir impor produk serupa.

Airlangga menjelaskan, kebijakan-kebijakan itu merupakan format komitmen pemerintah untuk mengawal iklim usaha tetap kondusif sampai-sampai industri semen nasional bisa tumbuh dan berkembang.

“Kami pun mendorong penganekaragaman produk dagangan dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” imbuhnya.

“Industri semen diinginkan dapat mengerjakan transformasi cocok dengan pertumbuhan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang bisa diterapkan secara bertahap,” tutur Menperin. Hal ini untuk menggali langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi supaya mencapai hasil yang maksimal.

Berdasarkan keterangan dari Airlangga, pembangunan industri strategis laksana pabrik semen perlu dipertahankan keberlanjutannya sebab membawa efek berganda untuk perekonomian wilayah dan nasional, antara beda penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang dapat dikembangkan.

“Industri semen adalahindustri yang bisa mendorong penumbuhan industri lokal terutama untuk industri barang dari semen,” tegasnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.