Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 5G

Pemerintah Tiongkok keluarkan lisensi 5G, Huawei, Jaringan 5G, Telkomsel dan XL Axiata
ANTARA FOTO/REUTERS/JASON LEE


Huawei Memperkirakan 2,8 Miliar Orang Mengadopsi 5G di 2025. 

Perkembangan Teknologi | Pemerintah Tiongkok menyerahkan lisensi jaringan 5G guna komersial untuk tiga operator pada Kamis (5/6) lalu. Pemberian lisensi ini lebih cepat dari perkiraan sejumlah analis. Langkah ini dinilai dapat mempercepat adopsi jaringan 5G di Tiongkok, sehingga dapat membantu Huawei. 

Ketiga operator yang mendapat lisensi jaringan 5G guna komersial ialah China Mobile, China Unicom, dan China Telecom. “Ini tahapan penting guna mempercepat pembentukan (Tiongkok sebagai) ‘negara adidaya internet'," kata Chairman China Mobile Yang Jie dilansir dari Financial Times, kemarin (6/6).


Sebagaimana diketahui, pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan Huawei ke dalam susunan hitam (blacklist) berhubungan perdagangan. Padahal, Huawei tengah konsentrasi menyediakan layanan jaringan 5G di sejumlah negara, tergolong AS dan Indonesia. Berdasarkan keterangan dari analis telekomunikasi di Jefferies, Edison Lee, pemerintah Tiongkok seolah hendak menunjukkan bahwa kepandaian AS itu tidak menghalangi peradaban jaringan 5G di Negeri Tirai Bambu. 

Caranya, dengan menerbitkan lisensi jaringan 5G untuk ketiga operator. Sebab, dengan adanya lisensi tersebut, ketiga operator dapat menggunakan jasa Huawei. Berdasarkan keterangan dari Lee, urusan ini dapat menangkal kekhawatiran AS bersangkutan sangkaan spionase dan pencopetan kekayaan intelektual yang ditujukan untuk Huawei.


Di Indonesia, operator laksana PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel dan XL Axiata memakai teknologi Huawei guna memperkuat layanan 5G. Huawei juga mengklaim, perusahaannya telah menandatangani 46 kontrak komersial 5G di 30 negara dan mengapalkan lebih dari 100 ribu Base Transceiver Station (BTS). 

“Teknologi 5G muncul lebih cepat dari yang kami kira. Perkembangan perlengkapan 5G sekarang sudah sama cepatnya dengan pertumbuhan jaringan,” ujar Deputi Chairman Huawei Ken Hu dalam siaran pers, pertengahan April lalu. Seiring dengan berkembangnya 5G, ia memperkirakan teknologi lain laksana kecerdasan produksi (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud) akan tidak sedikit digunakan. Sebab, tingkat keterlambatan proses ekspedisi data atau latensi jaringan 5G lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.