Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Baterai


Canggihnya Mobil Listrik Kini Bisa Dicas 2 Menit Saja


Para Mahasiswa berharap pengisian ulang akan memakan waktu dua sampai empat menit pada 2022. thinsktock


Perkembangan Teknologi Baterai | Perkembangan mobil listrik terus dilakukan, dari sisi mobilnya sampai infrastruktur penunjangnya. Salah satu yang terus dipersiapkan dan dikembangkan secara intensif tentang kecepatan pengecasan baterai guna mobil listrik.


Sebuah kesebelasan mahasiswa di Eindhoven University of Technology, InMotion mengembangkan tekknologi pengecasan yang dinamakan Electric Refueling technology. Mereka mengklaim dengan teknologi ini memungkinkan empunya mobil listrik dapat melakukan pengecasan melulu dua menit. Sayangnya belum dibeberkan tentang detail pengecasan yang ditawarakan semua mahasiswa Belanda ini.

Pengembangan ini didasarkan bahwa konsumen dapat dengan nyaman mengerjakan pengecasan mobil listrik. Sehingga pengecasan dapat sama cepatnya dengan pengisian bahan bakar minyak mobil konvensional.

Demi menerapkan teknologi tersebut, InMotion telah mengembangkan baterai yang dapat dipenuhi ulang dalam masa-masa 7,5 menit. Rencananya baterai tersebut siap dipakai pada musim panas 2020 mendatang.


Di samping itu, tim pun mempunyai rencana untuk memenuhi ulang baterai lebih cepat di masa mendatang. Selanjutnya mereka bercita-cita pengisian ulang bakal memakan masa-masa dua hingga empat menit pada 2022.

Alat pengecasan super cepat pun dikembangkan oleh Tesla Motors dengan menghadirkan V3 Supercharging. Melalui sistem pengecasan teranyar ini, Tesla Model 3 dapat menjelajah sejauh 120 menit melulu dengan mengerjakan pengecasan lima menit (pengisian dari baterai kosong). Teknologi ini bakal memangkas masa-masa 50 persen lebih cepat masa-masa pengisian dikomparasikan dengan rata-rata perangkat pengecasan yang ada ketika ini.


Berdasarkan keterangan dari laman sah Tesla Motors, pengembangan V3 Supercharging tidak terlepas dari pemenuhan keperluan dan target di masa mendatang. Mengingat ketika ini Tesla telah mempunyai lebih dari 12 ribu supercharger yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.