Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi E-Learning

Mengatasi Akses Kesehatan dan Pendidikan dapat Dilakukan dengan Teknologi Digital


CEO Gojek Nadiem Makarim mendapat penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24


Perkembangan Teknologi E-Learning | CEO Gojek, Nadiem Makarim, menanggulangi persoalan keterbatasan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tergolong pengemudi ojek, dalam mencapai pasar melalui software Gojek. Kini, menurutnya, hambatan masyarakat dalam memanfaatkan layanan publik seperti edukasi dan kesehatan dapat diatasi dengan mengadopsi teknologi. Persoalannya terletak pada kesiapan pemerintah guna mengadopsi teknologi. “Mereka mesti mulai dengan meyakinkan bahwa fondasi dan infrastruktur digital yang tepat telah ada,” kata Nadiem dalam sebuah pengakuan yang dipublikasikan oleh Channel News Asia, pekan kemudian (11/6). 


Sebab, menurutnya layanan digital yang sangat sederhana sekalipun membutuhkan akses listrik, internet, dan operator yang kompeten. Di samping itu, pemerintah perlu membuat lingkungan bisnis yang menguntungkan, dengan teknik membuat regulasi dan infrastruktur digital yang memungkinkan inovasi berkembang.

Peraturan dan regulasi berhubungan teknologi perlu diciptakan untuk menangkal pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, dan bias algoritma. Standardisasi data pun akan menjadi kunci guna memecah silo antarprogram, serta meyakinkan informasi dapat diberikan dan dikomparasikan di semua wilayah dan antarorganisasi. Pada akhirnya, pemerintah mesti tersingkap terhadap inovasi di sektor publik. “Juga membuat peluang untuk sektor swasta guna bekerja sama dengan pemerintah,” kata Bos Gojek ini. Indonesia, menurutnya unik di mata investor yang mengekor perkembangan bisnis digital. Akan tetapi, butuh ada kerja sama erat antara pemerintah dan sektor swasta untuk memaksimalkan potensi teknologi.


Berdasarkan pengalamannya, negara yang siap mengadopsi teknologi—dengan merealisasikan langkah-langkah tersebut—bisa mengolah layanan kesehatan dan edukasi secara digital. Kemudian, urusan ini membuat peluang kerja baru yang sehat.

Salah satu teknik Gojek guna meruntuhkan hambatan di bidang kesehatan ialah dengan menggaet Halodoc. Startup di bidang kesehatan ini menghubungkan pasien dengan dokter, asuransi, laboratorium, dan apotek dalam satu aplikasi. Kini, terdapat 20 ribu dokter dan 1.000 apotek yang menjadi partner Halodoc. Startup tersebut pun menggaet selama 2 juta pemakai. 


Dalam menjalankan bisnisnya, Halodoc memanfaatkan layanan perjalanan memakai roda dua Gojek, Go-Ride. Perkembangan ini menurutnya baru permulaan. “Ada potensi nyata ke depan di mana sistem virtual dapat meruntuhkan dinding klinik dan ruang kelas, memfasilitasi diagnosis jarak jauh melewati teknologi telehealth, dan mencapai siswa di wilayah melalui konferensi video dan e-learning,” kata dia. Kendati begitu, menurutnya teknologi mesti dicerna dengan bijak. Pemanfaatan teknologi semestinya konsentrasi pada permasalahan yang hendak diatasi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.