Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Elektronika

TNI Akan Cetak 52 Penerbang per Tahun Setelah Alutsista Ditambah



Foto: Tim aerobatik TNI AU Jupiter Aerobatic Team (JAT). (Dok. Tim JAT)


Perkembangan Teknologi Elektronika | Yuyu menjelaskan, keperluan penerbang TNI AU telah hitung hingga renstra keempat yang akan dibuka tahun 2020-2024. "Saat ini sedang di akhir renstra ketiga, tak melulu penerbang, tapi pun teknisi, pendukung, semuanya anda hitung," ujarnya.

"Dengan peningkatan alutsista, tidak sedikit pengadaan alutsista di renstra ketiga ini, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, rudal, pesawat tanpa awak, tersebut akan mendarat mulai 2021 awal. Penambahan personel telah kita perhitungkan," lanjutnya. 

Yuyu menambahkan, berhubungan wisuda sarjana Taruna Tk IV ini, dia mengingatkan bahwa tantangan untuk TNI AU ke depan semakin perumahan seiring dengan pertumbuhan di bidang teknologi, sumber daya dan perlengkapan yang semakin canggih.


"Harus dibalas dengan kualitas edukasi yang memadai. Sehingga alutsista dapat diawaki SDM yang memadai," kata Yuyu.

"Tantangan revolusi industri butuh diantispiasi dengan sebaik mungkin, terlebih AU, pesawat tempur telah generasi terbaru, mesti lebih menambah kualitas edukasi dan menunjukkan ke kendala tersebut, buka lagi program yang normatif," sambungnya. 

Dalam wisuda ini, AAU meluluskan 99 orang sarjana bergelar Sarjana Terapan Pertahanan dari 3 program studi, yaitu studi Aeronautika Pertahanan, Elektronika Pertahanan, dan Teknik Manajemen Industri Pertahanan. Seluruhnya lulus dan 15 di antaranya berpredikat cumlaude.


"Lulusan tahun ini jauh lebih baik peningkatannya dikomparasikan tahun-tahun lalu. Lulusan 2019 ini insyaallah dilantik bapak presiden menjadi letnan dua pada 16 Juli di Jakarta, mudah-mudahan mereka dapat mengisi organisasi di AU dan membalas tantangan yang bakal dihadapi AU ke depan," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.