Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Globalisasi




Akses Layanan Kesehatan Meningkat Karena Disrupsi Teknologi


Perkembangan Teknologi Globalisasi | Kemajuan teknologi mempengaruhi banyak sektor, tergolong sektor kesehatan. Dihadapkan urusan ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia memandang adanya pertumbuhan teknologi memberikan akibat yang positif sekaligus tantangan untuk sektor kesehatan Indonesia.


Hal itu dikatakan oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Kemenkes, dr. Slamet, MHP saat didatangi di acara "Benefits and Risks of Digital Disruptions in the Health Services Sector Forum" di Greenhouse, Menara Multivision, Jakarta, Kamis (27/6). Menurutnya, disrupsi teknologi dapat menciptakan layanan kesehatan lebih dekat ke pasien.

"Di masa lalu, layanan kesehatan susah untuk diperoleh dan ongkos perawatannya pun mahal. Sejak adanya inovasi dan teknologi, layanan kesehatan kini lebih gampang diakses dan beberapa servisnya menjadi lebih murah," imbuhnya.

Slamet mengatakan, siap atau tidak siap, faktanya evolusi teknologi bergantung pada kapabilitas SDM. Terkait isu ini, Kemenkes percaya di antara kunci guna maju ialah membuka aksesibilitas layanan kesehatan. Oleh sebab itu, prioritas Kemenkes ditujukan ke dalam sejumlah poin.


"Poin kesatu ialah memperkuat kepemimpinan Pemerintah tentang sistem kesehatan nasional. Poin kedua, memperluas usaha dan investasi, dan pun menentukkan opsi strategis guna mempercepat implementasi e-health," ungkap Slamet.

Di samping itu, Kemenkes pun akan memperkuat dan memperluas sistem Integrated Care Pathway (ICP) yang dapat mempermudah proses kinerja dokter. Kemenkes bertekad memudahkan sistem inter-operability guna memangkas tenaga dan masa-masa yang diperlukan dalam mengeksekusi kerumitan sistem canggih kesehatan.

"Kemudian, pun akan memperluas dan memperkuat pemahaman tentang infrastruktur kesehatan modern, serta wawasan mengenai e-health," tambah Slamet.

Poin terakhir, memperkuat kepandaian bersangkutan e-health dan memastikan integrasi e-health ke dalam sistem yang telah ada. Kemudian tak luput pun memperkuat kapabilitas SDM pelayanan kesehatan dalam pengimplementasian sistem e-health.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.