Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan

Hasil gambar untuk startup jual beli online



Jual Beli Jadi Lebih Mudah dengan Manfaatkan Teknologi AI


Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan | Perusahaan rintisan atau startup Ecomobi mempunyai social selling platform (SSP) yang menjadi solusi untuk klien berbasis e-commerce, tergolong perusahaan fesyen di Asia Tenggara, dalam menambah angka penjualan, prospek, dan pemakai melalui sekian banyak  saluran di jejaring sosial.

Social selling platform secara harfiah dimaknai sebagai cara penjualan yang memanfaatkan media sosial untuk mengejar calon konsumen potensial, membina kepercayaan, dan pada akhirnya, memasarkan produk atau jasa.


Berdasarkan keterangan dari Kepala Eksekutif Ecomobi, Truong Cong Thanh, platformnya dibekali kecerdasan produksi (AI) dan mesin pembelajaran (ML) sampai-sampai dapat mengoleksi dan mengevaluasi jutaan produk melewati jejaring sosial kepunyaan social influencer guna direkomendasikan ke calon pembeli.

Di samping social selling platform, ia mengaku pun mempunyai fitur menarik lainnya, yakni sistem yang dipakai di dalamnya seperti ketika pembeli hendak meminta produk di jejaring sosial kepunyaan social influencer, maka bakal ada chatbot yang hadir secara otomatis menyerahkan jawaban serta konsultasi untuk calon pembeli.

"Setelah tersebut informasi pesanan bakal dikirim secara otomatis ke perusahaan klien yang bersangkutan," kata Thanh, dalam keterangannya, Senin, 24 Juni 2019. Karena dua fitur menarik inilah menjadi poin utama untuk Ecomobi mengungguli 1.700 pesaing di Echelon Asia Summit.


Echelon Asia Summit ialah event teknologi tahunan yang diselenggarakan sejak 2009 di Singapura, di mana dibuntuti lebih dari 15 ribu peserta termasuk semua teknopreneur, regulator, pemimpin industri dan investor di semua dunia guna saling menginspirasi dan mengejar peluang baru.

“Event ini peluang berharga untuk kami untuk mengenalkan SSP Ecomobi untuk komunitas bisnis yang sedang mencari teknik untuk memasarkan produk secara online seperti melewati Facebook, YouTube, Zalo, dan Tik Tok. Kami punya visi untuk menolong influencer merangkul lebih tidak sedikit merek guna menghasilkan penghasilan yang lebih tinggi," paparnya.

Tahun lalu, Ecomobi sudah menolong klien guna mendulang penghasilan lebih dari US$100 juta dan selama 100 perusahaan besar di Asia Tenggara. Pada 2017, Ecomobi mendapat suntikan dana dari STI Capital, lantas disusul oleh ESP Capital dan Nextrans Capital, di tahun berikutnya.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.