Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Revolusi Industri


Revolusi Industri 4.0 Bukan Sebuah Hal yang Menakutkan


Robopark Indonesia - Blog Informasi dan Teknologi


Perkembangan Teknologi Revolusi Industri | Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo menegaskan, Revolusi Industri 4.0 bukan sebuah ancaman untuk manusia. Hal itu, ia ungkapkan dalam Asia Mayors Forum di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tengerang, Banten, Kamis (21/3).


Indonesia diperkirakan akan terus menikmati penurunan rasio ketergantungan penduduk non produktif terhadap penduduk berusia produktif sampai menjangkau titik terendah pada tahun 2020. Pada ketika tersebut Indonesia akan didukung oleh 60 pekerja produktif untuk menopang sekitar 100 orang penduduk. Dengan dukungan tersebut termasuk mendorong warga umur produktif untuk menginvestasikan pendapatannya, maka bonus demografi berpotensi untuk diraih sebesar-besarnya 0,6 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kuncinya ada pada penciptaan tenaga kerja yang kualitasnya sesuai dengan pasar kerja, kuantitasnya juga harus tersebar merata di wilayah Indonesia. Masa depan pekerja dalam era revolusi industri 4.0 tidak sedikit diprovokasi oleh kehadiran big data, big data ini memiliki peluang menjanjikan untuk merevolusi dunia industri,” terang Hadi.


Dalam konteks Indonesia, kemajuan teknologi informasi dapat ditonton dari meningkatnya pemakai internet. Pesatnya pemakaian internet bahkan menempatkan Indonesia diperingkat 6 sebagai negara yang rakyatnya menggunakan internet di seluruh dunia. Dengan angka pertumbuhan ekonomi melalui jasa internet tersebut menegaskan bahwa revolusi industri 4.0 bukanlah sebuah ancaman. Sebaliknya, dapat dijadikan peluang untuk kemajuan bangsa dengan dukungan dari seluruh masyarakat.

“Pertumbuhan nilai penjualan bisnis online setiap tahun meningkat 40 persen, Indonesia pun ialah negara dengan pertumbuhan ecommerce terbesar bahkan diprediksi pada tahun 2020 akan mencapai 130 Milliar USD, dengan angka pertumbuhan sekitar 50 persen. Berdasarkan data dan informasi tersebut jelas bahwa revolusi industri 4.0 bukanlah suatu ancaman dan tak perlu dijadikan beban guna masyarakat maupun Pemerintah,” tegas Hadi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.