Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Aplikasi




Perkembangan Teknologi | Perusahaan keamanan dan antivirus ESET mengungkapkan kemunculan software FaceApp 'abal-abal' tidak sedikit bermunculan guna menipu pemakainya. Popularitasnya tercatat sukses menaikkan angka unduhan software tiruan FaceApp.

Alih-alih memakai FaceApp, pemakai malah tertipu dengan software palsu yang bisa jadi mengandung perangkat empuk berbahaya. Aplikasi palsu ini sukses mengelabui pemakai untuk mendownload dalam versi berbahaya.

Untuk mengelabui pemakai, FaceApp abal-abal ini melewati Google Play Store memakai embel-embel Pro atau premium yang dapat diunduh secara gratis. Padahal laksana diketahui, software dalam versi Pro umumnya dapat diperoleh secara berbayar.


Peneliti ESET Lukas Stefanko mengungkapkan pihaknya menerima 200 ribu kisah secara daring pada Kamis (18/7) bersangkutan software FaceApp Pro palsu dan fiktif. Satu video YouTube yang mengandung tautan FaceApp Pro palsu sudah diklik 90 ribu kali, sedangkan video pun telah ditonton 150 ribu kali. Mengutip Verdict, penarian keyword FaceApp di Google Play Store pun bukan perkara sulit. Seperti halnya Fornite atau Pokemon Go, software FaceApp palsu juga tidak sedikit beredar di Google Play Store saat pemakai mengetikkan keyword di kolom pencarian.

Perusahaan antivirus Promon mewanti-wanti pemakai supaya waspada ketika mengunduh software apa pun. Pendiri Promon, Hansen menuliskan harus meyakinkan bahwa software yang didownload merupakan software resmi.

"Meskipun menyenangkan, software viral laksana FaceApp membuka pintu terhadap risiko ketenteraman siber. Pengguna mesti menyadari dalam sejumlah minggu mendatang bahwa tidak sedikit peniru jahat, yang menyamar sebagai FaceApp asli, akan terdapat untuk didownload secara cuma-cuma di App Store dan Google Play," kata Hansen.

Berdasarkan hasil analisis, Hansen menjelaskan FaceApp tidak mempunyai perlindungan terhadap serangan pembuatan software tiruan. Dengan begitu, peretas bebas mengantongi salinan software dan menambahkan faedah berbahaya. Peretas kemudian dapat mendistribusikan software abal-abal itu ke Apple App Store.


Hansen menuliskan pengembang software palsu ini berkeinginan mencuri data individu pemakai dan berpotensi membahayakan perlengkapan yang dipakai.

"Petunjuk terbesar ialah selalu terdapat nama developer pada informasi aplikasi, jadi andai seseorang tidak yakin, mereka mesti menggali nama developer secara online guna memeriksa kemurnian pengembang tersebut," ujar Hansen. Mengutip Mashable, popularitas FaceApp turut memenaruhi software pengubah wajah beda ke kakaran teratas toko software Play Store dan App Store. Tiga dari sepuluh software teratas dan kategori software berbayar di App Store merupakan software pengubah wajah.

Senada, software pengubah wajah pun menduduk peringkat teratas di Google Play Store.

Di samping FaceApp, software Aging Booth sekarang berada di peringkat kedua di App Store. Aplikasi berusia 9 tahun terebut belum dimodernisasi sejak tiga tahun terakhir. Data perusahaan analitik Sensor Tower menulis Aging Booth telah didownload lebih dari 2,2 juta kali.

Akine Mine, software buatan developer China turut kecipratan tren FaceApp. Kendati berbobot | berbobot | berkualitas rendah, software yang disebut 'Faceapp!' turut masuk dalam susunan 10 besar software yang tidak sedikit diunduh di App Store.

Pengguna sering dikelabui lantaran Faceapp! mempunyai loo software yang serupa dengan FaceApp 'asli'. Cara ini disinyalir menjadi taktik guna menggaet pemakai, kendati di sisi beda Apple sudah secara tegas tidak mengizinkan adanya software tiruan.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.