Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Jalan Raya



Hasil gambar untuk tilang elektronik

Perkembangan Teknologi | Sejak 1 Juli 2019, Dirlantas Polda Metro Jaya telah merealisasikan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) dengan fitur tambahan. Pengamat kepandaian transportasi Azas Tigor Nainggolan menuliskan upaya kepolisian tersebut sudah tepat.

Upaya tersebut dinilai tepat guna menjawab keperluan peningkatan pelayanan dan penegakan ketentuan lalu lintas sesuai pertumbuhan zaman. Azas menyinggung teknologi terus berkembang seiring pertumbuhan zaman. Begitu pula dengan perilaku masyarakat yang pun terus berkembang tergolong perilaku melanggar kemudian lintas.


"Perilakunya melanggar ketentuan tetap saja dikarenakan pemantauan yang masih tidak cukup tegas. Begitu pula perilaku melanggar ketentuan lalu lintas ketika ini telah semakin berat kualitas serta kuantitasnya. Karena tersebut perlu terobosan mutakhir di bidang penegakan hukum selesai lintas (E-TLE)," kata Azas melalui penjelasan resmi tertulisnya, Kamis (11/7).

Berdasarkan keterangan dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) itu, kecilnya angka penegakan hukum disebabkan kepolisian masih menggunakan teknik manual dalam penegakan di lapangan. Padahal, pertumbuhan jumlah pemakai kendaraan bermotor begitu masif tergolong jumlah pelanggaran kemudian lintasnya.

"Cara-cara lama dinilai tak efektif dengan pertumbuhan zaman. Untuk mengurangi pertumbuhan angka pelanggaran itu harus terdapat terobosan atau inovasi dalam teknik pengawasan dan penegakan ketentuan lalu lintas di lapangan atau di jalan raya," ujarnya.

Keputusan memakai E-TLE menjadi sejarah baru dalam upaya kepolisian Indonesia guna mengembangkan inovasi penegakan hukum kemudian lintas. Azas menyebut melewati E-TLE kepolisian tidak lagi membutuhkan jumlah personel yang tidak sedikit untuk ditempatkan di jalan-jalan raya.


"Keberadaan anggota polisi kemudian lintas di jalan terpangkas, tersebut sudah otomatis. Di samping itu, secara teknis pemakaian pengembangan teknologi menciptakan kinerja kepolisian lebih efektif, akuntabel, profesional, dan canggih dalam melayani masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya evolusi pendekatan penegakan secara elektronik akan menolong pengawasan, penegakan, dan pembangunan perilaku tertib dalam selesai lintas. Membangun evolusi perilaku yang lebih tertib dalam selesai lintas akan meminimalisir jumlah pelanggatan dan kemalangan lalu lintas.

"Berkurangnya angka pelanggaran maka akan meminimalisir angka kemalangan dan jatuhnya korban jiwa," tegas Azas.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.