Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Virtualisasi

 Desain Arsitektur di Era 4.0 Tak Lagi Minimalis


https: img.okeinfo.net content 2019 04 07 470 2040133 tak-lagi-minimalis-begini-desain-bangunan-di-era-arsitektur-4-0-aE60S7JxRA.jpg


Perkembangan Teknologi 

| Majunya perkembangan teknologi ketika ini ikut dominan terhadap tren konstruksi bangunan. Tak lagi terpaku pada desain minimalis, tapi telah masuk pada era arsitektur 4.0.

Arsitektur 4.0 ialah suatu rancangan yang telah berbasis dengan data dan informasi yang semuanya telah terkoneksi dengan internet sehingga menyerahkan nilai kepraktisan dan efisiensi dalam proses pengerjaannya.
Perkembangan Teknologi0
Berdasarkan keterangan dari pengamat perkotaan Yayat Supriatna, pola arsitektur 4.0 sebetulnya sudah mulai dilaksanakan sejak tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari banyaknya developer yang telah mulai menawarkan sistem smart home atau smart apartment .


“Jika dihitung menurut persentase pemakaiannya, sudah nyaris 70% pembangunan memakai sistem arsitektur 4.0. Sebagai misal pemakaian virtualisasi sistem yang merupakan software untuk merancang bangunan,” jelas Yayat ketika dihubungi KORAN SINDO.

Penerapan arsitektur 4.0 dinilai lebih tepat guna dalam masa-masa pengerjaannya. Bila dikomparasikan dengan teknik konvensional, hasilnya bakal jauh selama 50% lebih cepat guna pembangunan yang cocok dengan desain yang diinginkan.

Sementara dari sisi konstruksi, Yayat menjelaskan, adanya era arsitektur 4.0 dapat mempercepat pembangunan dan pun mengurangi pemakaian sumber daya alam sampai 70%. Di samping itu, pola arsitektur 4.0 sudah dapat diterapkan untuk lokasi tinggal.

Baik dalam segi bahan material maupun pemakaian fitur di dalam hunian yang dapat membuat semua penghuninya merasa nyaman. “Sudah tidak sedikit pengembang terutama yang sedang di kota-kota berdikari menerapkan pola arsitektur 4.0 guna hunian.

Baca juga : Konsumen Almaz lama bisa mendapatkan teknologi ANGIN gratis


Seperti Nava Park yang berada di area BSD City Tanggerang, Pana Home Deltamas di area Cikarang, dan PP Properti di Bekasi,” ujar Associate Director Colliers Internasional, Ferry Salanto.

Ferry juga menambahkan, pada dasarnya penerapan arsitektur 4.0 guna hunian paling efektif sebab mampu menghemat proses pengerjaan dan biaya. Karena seluruh sistemnya sudah digarap dengan siber.

Di sisi lain, untuk pemakaian bahan material arsitektur 4.0 lebih mengedepankan inovasi dari sisi pengolahan sampai pengaplikasiannya. Berdasarkan keterangan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Junita Bahari Nonci, guna bahan bangunan yang mengangkat konsep arsitektur 4.0 memiliki tidak sedikit keuntungan, baik untuk kalangan arsitek maupun desainer interior.

Salah satunya dengan memanfaatkan sistem virtual reality yang dapat menampilkan cerminan nyata mengenai desain tersebut. “Dari segi pengaplikasian bahan material berteknologi ini lumayan kuat dan ramah lingkungan sebab setiap bahannya diciptakan dengan akurasi tepat yang semuanya sudah digarap dengan teknologi,” kata Juanita.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.