Header Ads

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi yang Ada di Indonesia




Perkembangan Teknologi | Misi Apollo 11 menjadi suatu 'lompatan' besar untuk umat insan di ranah ilmu sains dan pengetahuan guna menjelajahi ruang angkasa. Misi 'Star Wars' ini sering dikaitkan dengan Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet.

Tak dipungkiri tujuan 'Star Wars' sukses mendorong pertumbuhan teknologi sampai ke batas atas dan berperan besar guna ilmu pengembangan antariksa. Setiap tujuan ekspolrasi bulan tidak jarang kali menghasilkan penemuan baru.


Apollo 11 tercatat membawa sampel 22 kilogram material Bulan ketika kembali ke Bumi. Mengutip Lunar and Planetary Institute, material ini terdiri dari 50 batuan, sampel tanah bulan, dan dua tabung mengandung material dari dalam 'perut' Bulan.

Sampel yang diangkut dari Bulan tidak berisi air dan tidak menyerahkan bukti berhubungan organisme hidup di sana. Selama tujuan Apollo 11, dua astronaut NASA membawa pulang dua jenis batuan utaa yaitu basalt dan breksi yang ditemukai di tempat pendaratan 'Eagle'.

Basalt

Basalt adalah batuan yang dipadatkan dari lava cair. Di Bumi, basalt adalahjenis batuan vulkanik yang umum ditemukan di tempat-tempat laksana Hawaii. Basalt mempunyai ciri jasmani berwarna abu-abu gelap.


Oleh sebab itu, saat seseorang menyaksikan Bulan di awang malam bakal terlihat lokasi gelap di bulan berupa batuan basalt. Basal yang ditemukan di tempat pendaratan Apollo 11 umumnya serupa dengan basalt yang terdapat di Bumi, tergolong kandungan mineral piroksen dan plagioklas.

Sampel yang diangkut dari Bulan tidak berisi air dan tidak menyerahkan bukti berhubungan organisme hidup di sana. Selama tujuan Apollo 11, dua astronaut NASA membawa pulang dua jenis batuan utaa yaitu basalt dan breksi yang ditemukai di tempat pendaratan 'Eagle'.

Sangat jarang mengejar batuan di Bumi yang adalahplagioklas murni. Di Bulan, dipercayai bahwa lapisan anorthosite di dataran tinggi terbentuk sangat mula dalam sejarah Bulan ketika tidak sedikit lapisan luar Bulan meleleh. 

Baca juga : Honda Accord Engine generasi ke-10 yang lebih baru lebih kecil

Tahap ini dalam sejarah bulan dikenal sebagai 'magma ocean'. Anorthosite yang kaya bakal plagioklas mengambang di atas samudera magma laksana gunung es di lautan Bumi.

Dilansir dari CNN, peneliti akan mengerjakan penelitian terhadap sampel yang dibawa kembali Apollo 11 untuk menggali tanda-tanda kehidupan.

Meskipun hasil riset tidak mengindikasikan tidak percaya bahwa terdapat kehidupan di bulan, bisa jadi kehidupan di Bulan tidak bisa dikesampingkan sepenuhnya. 

Studi yang dilaksanakan di Ames dan Johnson Space Center di Houston, mengindikasikan bahwa bulan tidak menyokong kehidupan. Studi tersebut ialah kesatu kalinya NASA memakai sampel dari luar antariksa untuk menggali kehidupan di luar Bumi.

Baca juga : Jelajahi teknologi Wuling terbaru di GIAAS 2019

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.